
SISTEM PERKULIAHAN KELAS KARYAWAN
STSI Bina Cendekia Utama Cirebon
Program Kelas Karyawan STSI Bina Cendekia Utama Cirebon dirancang khusus bagi mahasiswa yang telah bekerja namun tetap ingin melanjutkan pendidikan tinggi tanpa mengganggu aktivitas profesional. Sistem ini fleksibel, terstruktur, dan tetap menjaga standar mutu akademik setara dengan kelas reguler.
Kelas Karyawan menjadi solusi bagi guru, pegawai swasta, wirausahawan, maupun aparatur pemerintahan yang ingin meningkatkan kualifikasi akademik dan kompetensi profesional.
Sistem Pembelajaran
🔹 A. Dual Mode System
Perkuliahan dilaksanakan dengan kombinasi:
- Tatap Muka (Offline) di kampus
- Pembelajaran Online (LMS / Zoom / Google Meet)
Model ini memberikan fleksibilitas waktu dan tempat belajar.
🔹 B. Jadwal Fleksibel
Pilihan jadwal:
- Kelas Malam → Pukul 18.30 – 21.30 WIB
- Kelas Sabtu → Full day / Half day
- Blended Schedule → Kombinasi online & tatap muka terjadwal
🔹 C. Sistem SKS
- Mengikuti standar nasional pendidikan tinggi
- 1 SKS = 50 menit tatap muka / ekuivalen daring
- Total 144 SKS (S1) diselesaikan ± 3,5 – 4 tahun
Metode Pembelajaran
✔ Case Study (berbasis masalah kerja nyata)
✔ Project Based Learning
✔ Diskusi Interaktif
✔ Presentasi dan Seminar
✔ Tugas Terstruktur berbasis praktik lapangan
Pendekatan ini cocok untuk mahasiswa yang sudah bekerja agar materi langsung aplikatif.
Evaluasi Pembelajaran
- UTS & UAS
- Tugas Individu & Kelompok
- Proyek / Mini Riset
- Portofolio
- Kehadiran minimal 75%
Fasilitas Pendukung
- Sistem E-Learning
- Perpustakaan Digital
- Bimbingan Akademik
- Layanan Administrasi Online
- Dosen Profesional & Praktisi
Keunggulan Kelas Karyawan
⭐ Waktu fleksibel
⭐ Biaya dapat diangsur
⭐ Gelar sama dengan kelas reguler
⭐ Cocok untuk peningkatan karier
⭐ Relasi profesional luas
🎓 Manfaat bagi Mahasiswa
Dengan mengikuti Kelas Karyawan, mahasiswa dapat:
- Meningkatkan kualifikasi akademik
- Mendukung kenaikan jabatan dan karier
- Memperluas jaringan profesional
- Mengembangkan kompetensi manajerial dan kepemimpinan
- Mendapatkan gelar sarjana tanpa meninggalkan pekerjaan
